-
Merawat Puting Payudara
Filed under UncategorizedNov 19Puting payudara perlu dirawat agar bagian ini senantiasa bersih dan menonjol, sehingga memudahkan proses menyusui. Namun perlu hati-hati mengingat perawatan ini bisa memicu produksi hormon oksitosin yang bisa menyebabkan kontraksi rahim.Untuk itulah perawatan puting payudara biasanya dianjurkan ketika kehamilan sudah menginjak usia 37 minggu ke atas. Jadi, jika sampai terjadi sesuatu, maka bayi sudah dapat hidup di luar inkubator.Kebersihan puting dapat Anda jaga dengan cara membersihkannya setiap hari dengan air hangat setelah mandi. Hindari membersihkan puting payudara dengan sabun, karena akan menyebabkannya kering dan pecah-pecah, sehingga terasa perih.
Selain itu, untuk menjaga agar puting tetap menonjol serta sel-sel kulit mati terlepas dari puting, Anda dapat melakukan hal-hal berikut.
- Oleskan baby oil, minyak zaitun atau minyak kelapa ke ujung telunjuk dan ibu jari kanan.
- Jepitlah puting dengan telunjuk dan ibu jari yang sudah diolesi dengan minyak tadi.
- Lakukan gerakan memutar secara bolak-balik dengan arah berlawanan.
- Lakukan hal seperti itu pada puting payudara yang lain.
- Jika puting payudara melesak ke dalam, Anda dapat membeli alat khusus yang ditempelkan di seputar puting payudara. Mungkin Anda perlu melakukannya selama berminggu-minggu, atau sesuai petunjuk dokter, agar puting dapat terbentuk menonjol. Dengan begitu, diharapkan bagian yang menonjol ini kelak dapat berfungsi dengan baik ketika menyusui buah hati Anda. (Ayahbunda). Info baju menyusui kunjungi www.kalifna.com
-
Tetap Menyusui Meski Anda Hamil Lagi
Filed under UncategorizedNov 19Selama ibu sehat, tidak ada teori yang “memvonis” menyusui dapat memicu keguguran atau persalinan prematur. Agar lebih aman dan nyaman saat memberi ASI pada bayi di masa kehamilan Anda, lakukan tips ini:
- Antisipasi terjadinya kontraksi rahim akibat hormon oksitosin yang tetap diproduksi selama menyusui.
- Waspada terhadap gejala kontraksi dini, seperti nyeri panggul, tekanan di dasar panggul, kram, keluar lendir, darah atau air ketuban.
- Tingkatkan konsumsi cairan agar Anda tidak mengalami dehidrasi.
- Konsumsi makanan sehat dan bergizi tinggi serta mengandung cukup kalori. Karena, bukan hanya tubuh Anda yang membutuhkan kalori tapi juga janin Anda.
- Hindari mengejan saat BAB (buang air besar) dengan banyak mengonsumsi sayur dan buah. Serat yang terkandung dalam sayur dan buah akan mencegah sembelit, terjadinya peningkatan perdarahan dan tekanan di dalam perut. Apalagi bila ternyata ada varises, baik di kaki, vagina maupun di dalam perut Anda.
- Hindari penggunaan sepatu atau sandal berhak tinggi untuk mencegah varises dan pembengkakan pada kaki.
- Jangan terlalu sering menggendong bayi; mintalah bantuan orang lain seperti suami atau pengasuh anak.
- Istirahatlah dengan cukup, tidur maupun sekadar berbaring.
- Bersiaplah melakukan tandem nursing, yaitu menyusui dua anak sekaligus.
- Periksakan kandungan secara rutin untuk memastikan kondisi janin dan diri Anda dalam keadaan baik. Sebab, ketika Anda hamil lagi, kondisi tubuh sebetulnya belum 100% pulih ke kondisi optimal untuk menunjang sebuah proses kehamilan berikutnya. Info baju menyusui kunjungi www.kalifna.com
(Ayahbunda).
-
Proses Menyusui Bisa Tenangkan Ibu
Filed under UncategorizedNov 14Bagi para ibu muda yang baru memiliki bayi, tak jarang dihinggapi rasa gundah dan bingung apakah telah memenuhi kebutuhan sang buah hati. Ternyata proses menyusui bisa membantu mengatasi hal itu.
Ketika bayi menyusu, memicu mengalirnya hormon oksitosin yang melepaskan air susu ibu (ASI). Secara bersamaan dapat mendorong peraaan dicintai serta keperayaan dalam diri ibu dalam memastikan terpenuhinya kebutuhan bayi.
Refleks semacam itu telah lama menjadi teka-teki karena mendorong pengeluaran oksitosin dalam jumlah besar. Dengan menggunakan program komputer khusus, para peneliti dari Cina, Prancis, Itali dan Inggris berhasil memahami cara kerjanya.
Penelitian yang dilakukan para ahli tersebut dilaporkan pada jurnal PLoS Computational Biology. Kesimpulannnya, proses menyusui tidak hanya membuka jalan untuk perkembangan sel otak, termasuk mengeluarkan oksitosin.
Proses menyusui juga menghasilkan dendrites, yang tugasnya membentuk hubungan komunikasi antara sel otak untuk menghasilkan hormon.
Meningkatnya hubungan antara neuron dan pembentukan pusat produksi oksitosin menghasilkan ledakan pengeluaran hormon sewaktu-waktu.
“Kami mengetahui bahwa penyebab rangsangan muncul dan selama bayi menyusu menyebabkan sel otak dan oksitosin berkembang pesat dalam sinkronisasi yang dramatis. Namun, bagaimana tepatnya rangsangan itu bisa sangat pesat masih belum bisa dijelaskan,” terang salah seorang peneliti Jianfeng Feng dari University of Warwick, Coventry, Inggris dalam sebuah pernyataan.
Dia menambahkan, penemuan tersebut dapat menjelaskan aktivitas otak sejenis didalam otak. (Red: Republika Newsroom)Info baju menyusui kunjungi www.kalifna.com -
Perlukah Susu Ibu Menyusui?
Filed under UncategorizedNov 12Kebutuhan wanita saat hamil hingga masa menyusui sebenarnya sama yaitu asupan gizi berimbang. Selama ibu yang sedang menyusui mampu memenuhi kebutuhan gizi sehari-hari berupa karbohidrat, lemak, protein, mineral, vitamin dan cairan tercukupi maka kondisi sang ibu, kuantitas dan kualitas air susu ibu (ASI) dapat tetap terjaga.
‘’Hamil, melahirkan dan menyusui merupakan satu paket yang alami. Tidak ada kebutuhan spesifik seorang ibu yang sedang dalam masa menyusui,’’ ujar dr Dhely Lesthama A SpOG, dari YPR Hospitalm Jakarta.
Kuantitas ASI sebenarnya sangat dipengaruhi oleh pikiran atau sugesti seorang ibu. “Apabila seorang ibu yakin bahwa air susunya pasti mencukupi kebutuhan bayinya, Insya Allah ASI-nya benar-benar akan cukup,’’ kata Nia Umar, wakil ketua Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI).Secara umum kualitas ASI sebenarnya sama. Di dalam ASI terdapat antibodi yang berguna sebagai kekebalan alami bagi tubuh daaan semua kandungan gizi yang diperlukan oleh bayi. “Sehingga ASI merupakan satusatunya makanan terbaik bagi bayi hingga usia 6 bulan,’’ lanjut Nia.
Menurut Prof Rulina Suradi MD IBCLC, konsultan bidang Neonatalogi dan Laktasi dari Universitas Indonesia, ibu yang selalu makan daging dengan ibu yang selalu makan tempe sama saja kualitas ASI-nya. Perbedaannya hanya terdapat pada jumlah kadar lemaknya.Bila seorang ibu kekurangan zat tertentu, pemenuhannya boleh dilakukan dari luar. Pada kasus demikian, sang bayi perlu mendapat asupan B12 dari luar.
“Seorang ibu yang vegetarian, misalnya, biasanya akan kekurangan vitamin B12 yang banyak terdapat dalam daging,’’ ujar Rulina, yang mengajar di Fakultas Kedokteran UI itu.Bagaimana dengan susu? Menurut Dhely, konsumsi susu yang ditujukan khusus bagi ibu menyusui boleh saja diberikan. Tapi, sifatnya hanya suplemen tambahan. Apabila tidak mengonsumsi itu pun sebenarnya tidak apa-apa.
“Kalau tidak ada pun tidak perlu memaksakan diri harus membeli susu. Yang terpenting tetap makan makanan yang bergizi dan yang juga harus diperhatikan asupan cairan yang masuk dan keluar harus seimbang,’’ katanya berpesan.Senada dengan Dhely, Rulina juga mengatakan, ibu yang sedang dalam masa menyusui sebenarnya tidak memerlukan susu. Bahkan, menurutnya, konsumsi susu pada saat ibu menyusui dapat berisiko alergi pada bayi berupa alergi dan menutup antibodi.
Pasalnya, pada bayi yang berusia 0-6 bulan, segala sesuatu yang dikonsumsi langsung diserap oleh tubuh sehingga zat-zat yang dapat merugikan si bayi pun ikut terserap. Lebih dari usia 6 bulan daya serap sel tubuh bayi sudah mulai berkurang.Hal sama juga disampaikan oleh Nia. Menurutnya, cukup dengananyak memakan sayuran hijau dan selalu yakin memberikan ASI yang dengan kualitas terbaik, maka kualitas ASI akan memberikan segala kebutuhan gizi yang dibutuhkan oleh sang bayi.
“Mengonsumsi daun katuk boleh-boleh saja selama dengan begitu kita yakin ASI kita akan bertambah banyak,’’ ujar Nia.
Meskipun belum terdapat sebuah studi yang membuktikan khasiat dari daun katuk, namun sayuran yang banyak mengandung vitamin dan mineral itu tetap baik untuk dikonsumsi.
“Silakan saja mengkonsumsi daun katuk. Toh daun katuk merupak sayuran yang kaya serat dan kaya gizi,” ujar Dhely. (ci2/ri) Red: Republika Newsroom. Info lebih lanjut baju menyusui muslim kunjungi www.kalifna.com -
Nov 10
Tanpa disadari kegiatan menyusui pascamelahirkan membantu para ibu muda mengembalikan berat badan seperti semula. Fakta itu terungkap setelah para peneliti melakukan sebuah riset yang menyimpulkan kegiatan menyusui secara efektif membakar lebih dari 500 kalori.
Peneliti juga menyebutkan kegiatan menyusui bahkan jauh lebih efektif ketimbang menghabiskan waktu secara rutin mengikuti fitness. “Jika menyusui secara rutin selama 6 bulan, kemungkinan kurusnya akan lebih cepat usai melahirkan,” tukas Karen Wosje, Profesor Pediatrik dari Children Hospital Medical Center, seperti dikutip dari Chicagotribune.com,Selasa (19/1).
Meski demikian, Karen mengakui, tidak semua perempuan pascamelahirkan bisa mendapati tubuhnya langsung seketika dengan diet menyusui.
Salah seorang Perempuan kepada Chicagotribune.com mengaku dirinya sudah melakukan diet ini secara ketat tapi tetap saja berat badan dirinya tidak jua menyusut. “Setiap hari saya memompa payudara untuk mendapatkan ASI agar bisa kurus setelah melahirkan. Bahkan saya punya dua kulkas persedian ASI, tapi tetap saja berat badan saya tidak turun,” katanya.
Pasalnya, semakin banyak air susu yang diproduksi akan diikuti pula dengan nafsu maka ibu. Hal itu disebabkan, produksi hormon prolaktin yang merangsang nafsu makan. Selain itu, faktor stress dan kurangnya aktivitas juga menghambat suksesnya diet menyusui.
“Tidak bisa hanya mengandalkan menyusui untuk bisa kurus tanpa melakukan aktivitas apapun,” tegasnya.
Karen berpendapat kegiatan menyusui bisa membakar kalori tapi banyak faktor yang mempengaruhi. Ia juga menegaskan, asalkan prinsip dan tekniknya sama, diet menyusui juga bisa diterapkan pada perempuan dengan kegemukan. Tapi perlu bukti dan riset mendalam untuk mengungkap hal itu. (republika.co.id)
Info baju menyusui muslim kunjungi www.kalifna.com
-
Tips Konsumsi Obat bagi Ibu Menyusui
Filed under UncategorizedNov 10Republika.co.id :
Bagi wanita hamil dan menyusui, konsumsi obat-obatan harus benar-benar diperhatikan. Sebab, kandungan zat-zat dalam obat tersebut dikhawatirkan dapat mempengaruhi janin atau bayi yang sedang disusui.
American Academy of Family Physicians memberikan saran mengenai beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum wanita hamil dan menyusui mengonsumsi obat-obatan, antara lain:
- Jika harus mengonsumsi obat yang diminum, lakukan setelah menyusui. Hal itu perlu dilakukan agar obat-obatan memiliki waktu untuk berada dalam sistem tubuh beberapa saat.
- Secara umum, obat jenis asetaminophen merupakan pereda rasa sakit yang aman bagi ibu menyusui. Namun, sebaiknya konsultasikan dengan dokter Anda.
- Jangan minum obat jenis aspirin selama menyusui karena bisa menyebabkan pendarahan pada ibu dan ruam kulit pada bayi.
- Hindari juga konsumsi obat jenis antihistamine untuk jangka panjang selama menyusui.
- Cek apakah ada kemungkinan efek samping dari obat yang dikonsumsi ibu pada bayi. Terutama gejala awal seperti sulit bernapas atau ruam kulit.
Info mengenai baju menyusui muslim kunjungi www.Kalifna.com
-
Nov 10
REPUBLIKA.CO.ID, LONDON–Ada kabar baik bagi anda ibu yang menyusui bayinya. Berdasarkan penelitian, ibu yang menyusui kemungkinan terkena diabetes tipe 2 di kemudian hari lebih rendah dari ibu yang tidak menyusui.
Ilmuwan mengatakan bahwa menyusui membantu mengubah lemak yang tertinggal di sekitar perut setelah melahirkan, salah satu faktor penyebab penyakit.
Mereka percaya bahwa menurunnya tingkat menyusui di dunia barat bisa membantu menjelaskan ledakan penyakit diabetes tipe 2 diantara perempuan paruh baya. Hasil penelitian dipublikasikan dalam “American Journal of Medicine” Sabtu (28/8). Penelitian itu melibatkan 2.333 perempuan berusia 40 sampai 78 tahun.
“Pola makan dan olahraga dikenal secara luas berdampak pada risiko diabetes tipe 2. Tetapi sedikit orang menyadari bahwa menyusui juga mengurangi risiko perkembangan penyakit di kemudian hari dengan mengurangi lemak perut,” kata dokter Eleanor Schwarz dari Universitas Pittsburgh, seperti dikutip Daily Mail.
Dalam penelitian, seperempat ibu yang tidak menyusui mengembangkan diabetes tipe 2 dan kemungkinan mereka terkena penyakit itu hampir dua kali lebih besar dari perempuan yang menyusui atau tidak pernah melahirkan.
Perempuan yang menyusui semua anak mereka kemungkinannya terkena diabetes sama dengan perempuan yang tidak memiliki anak.
Penelitian terdahulu yang dilakukan oleh tim yang sama menemukan bahwa menyusui bisa menjaga ibu terkena serangan jantung dan stroke di kemudian hari.
Menyusui selama satu bulan menurunkan risiko terkena diabetes sebesar 10 persen, tekanan darah tinggi dan kolesterol tinggi, semua berperan dalam menimbulkan penyakit jantung, dibanding dengan perempuan yang tidak pernah menyusui.
“Penelitian kami memberi alasan bagus lain untuk mendorong perempuan menyusui bayi mereka, setidaknya selama satu bulan pertama hidup si bayi. Dokter perlu mempertimbangkan kehamilan dan sejarah laktasi saat memberi saran kepada perempuan mengenai risiko terkena diabetes tipe 2,” tambah dokter Schwarz.
Info baju menyusui muslim dapat mengunjungi www.Kalifna.com
-
saran-ke-management
Filed under UncategorizedNov 9






